Back to blog
Dari Kampus ke Tambak Pesisir: Catatan Inovasi Rumput Laut Merah di Sidoarjo
Pengabdian & Kepemimpinan

Dari Kampus ke Tambak Pesisir: Catatan Inovasi Rumput Laut Merah di Sidoarjo

3 min readSilverpunk

Menemukan Potensi Tersembunyi di Pesisir Sidoarjo

Desa Kupang di Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, memiliki bentang tambak pesisir yang luas dengan komoditas unggulan berupa rumput laut merah (Gracilaria sp.). Selama bertahun-tahun, sebagian besar petambak lokal menjual hasil panennya dalam bentuk bahan mentah kering dengan harga fluktuatif yang relatif rendah.

Ketergantungan pada rantai pasok mentah ini membuat nilai tambah ekonomi yang dinikmati masyarakat pesisir belum optimal. Berangkat dari realitas lapangan ini, kami di UKM Penalaran Universitas Airlangga menginisiasi program pemberdayaan melalui skema Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dengan mengusung misi hilirisasi: Diversifikasi Produk Rumput Laut Merah Berbasis Rumah Inovasi untuk Kemandirian Ekonomi Desa Kupang.


Rumah Inovasi: Meracik Nilai Tambah dari Bahan Alam

Fokus utama kami bukan sekadar datang memberikan penyuluhan seremonial, melainkan membangun ekosistem produksi yang berkelanjutan. Kami merancang konsep Rumah Inovasi, yaitu sentra pelatihan dan pengolahan bersama bagi warga dan kelompok ibu-ibu PKK:

  1. Eksperimen Formulasi Produk: Kami menguji formulasi diversifikasi olahan pangan bergizi tinggi, mulai dari mie kering sehat berbahan rumput laut hingga produk agar-agar instan yang kaya serat dan antioksidan alami.
  2. Standardisasi Higienitas & Pengemasan: Membimbing proses pengeringan higienis, penimbangan presisi, serta desain kemasan yang menarik agar produk memiliki daya saing saat dipasarkan.
  3. Edukasi Pemasaran & Kelembagaan Lokal: Membantu warga memahami penetapan harga pokok penjualan (HPP), pembukuan kas sederhana, serta strategi promosi digital.

Dinamika Lapangan: Memimpin dan Mendengarkan

Sebagai bagian dari tim pelaksana sekaligus koordinator lapangan, perjalanan bolak-balik Surabaya–Sidoarjo memberi saya pelajaran kepemimpinan yang sangat berharga. Memimpin puluhan anggota panitia mahasiswa dari berbagai fakultas sembari beradaptasi dengan ritme kehidupan warga desa mengajarkan bahwa:

"Inovasi teknologi atau sains terbaik bukanlah yang paling rumit di atas kertas, melainkan yang paling bisa dipahami, diterima, dan dijalankan secara mandiri oleh masyarakat penerima manfaat."

Tantangan terbesar di lapangan bukanlah persoalan teknis meracik adonan, melainkan membangun kepercayaan (trust) dengan para tetua desa dan kelompok pengrajin. Ketika warga mulai melihat langsung bahwa rumput laut yang tadinya dihargai murah bisa disulap menjadi kemasan mie bernilai jual lebih tinggi, antusiasme warga tumbuh luar biasa.


Apresiasi Nasional & Jejak Liputan Media

Kerja keras berbulan-bulan tim membuahkan hasil yang membanggakan. Program ini berhasil lolos seleksi ketat dan mendapatkan pendanaan hibah nasional dari Kemendikbudristek dalam ajang PPK Ormawa 2023. Capaian ini juga mendapat sorotan resmi dari kanal berita universitas:


Refleksi Diri

Pengalaman di Desa Kupang menegaskan prinsip hidup yang selalu saya pegang: ilmu pengetahuan dan keahlian analitis tidak boleh hanya berhenti di menara gading kampus. Kemampuan memetakan masalah, menyusun timeline kerja, dan mengelola dinamika tim di lapangan menjadi bekal fundamental yang terus saya bawa, baik dalam riset data, proyek akademis, maupun perjalanan profesional saya hari ini.

#PPK Ormawa#Pemberdayaan Masyarakat#Inovasi Sosial#UNAIR#Sidoarjo